Minggu, 28 Oktober 2012

Era Pentakostalisme

Edi Suranta Ginting, MTh banyak menulis buku mengenai kontekstual iman kristen, perkembangan kekristenan serta berbagai dogma-dogma ajaran kristen. Sebagai hamba Tuhan di Gereja Injili  Karo Indonesia, tulisannya sedikit banyaknya dipengaruhi oleh pengalamannya menjadi pengajar di Institut Alkitab Tiranus di Bandung.

Era Pentakostalisme salah satu buku yang mengurai mengenai era dalam kekristenan yang dibagi ke dalam beberapa mazhab, yakni: Era Bapa Rasuli, Era Nestorianisme, Era Pietisme, dan yang terakhir disebut sebagai Era Pentakostalisme. Era Pentakostalisme merupakan gerakan yang dimotori dari aliran kharismatik yang berkembang pesat di seluruh dunia, dimana menurutnya era ini cukup   menonjol kalaupun tidak dibilang dominan dalam perkembangannya termasuk di Indonesia. Sekalipun Injili merupakan bagian dari gereja Kharismatik, di bagian penutup penulis menyebutkan agak terlalu dini menyebut sekarang ini sebagai era Pentakostalisme. Keraguan ini, juga dibarengi kurangnya data-data aktual mengenai data perkembangan gerakan Pentakosta terutama di Indonesia, karena minim sekali sajian angka statistik sebagai penguat. 

Judul : Era Pentakostalisme
Penerbit : Terang Hidup
ISBN : 979-263598-X
Penulis: Edi Suranta Ginting, MTh
Halaman : 149
Cetakan  Pertama (2012)

Rabu, 22 Agustus 2012

Karo dari Zaman ke Zaman

Buku Karo dari Zaman ke Zaman tergolong lengkap di zamannya, ditulis oleh seorang jurnalis bernama Brahma Putro (K.S. Brahmana) di tahun 1995. Buku ini menguraikan berbagai sejarah tentang Karo khususnya mengenai kerajaan Haru, sejak awal mula hingga tahun 1539. Hal lain juga disinggung seperti sejarah merga Sembiring dan berbagai hal mengenai Karo masa lalu. 

Judul: Karo dari Zaman ke Zaman
Penulis: Brahma Putro
Halaman: 123
Penerbit : CV Ulih Saber, Medan
Tahun 1995

Link: http://www.scribd.com/doc/101813556/SEJARAH-KARO-DARI-ZAMAN-KE-ZAMAN-JILID-I

Jumat, 13 Juli 2012

Sejarah dan Kebudayaan Karo

Darwan dan Darwin adalah dua orang Karo bersaudara, sementara Prinst merupakan singkatan dari Peranginangin Sukatendel. Mereka tergolong cukup produktif menulis buku-buku tentang Karo, dimana karya terakhir Darwin Prinst adalah Kamus Besar Bahasa Karo. Sejarah dan Kebudayaan Karo merupakan kolaborasi antara Sarjana Hukum ini, namun sayang karya mereka sulit dicari sekarang.
Judul Buku:

Thn Terbit:

Sejarah dan Kebudayaan Karo

1984
Bahasa:Indonesia
ISBN:am113812w
Cover:Soft Cover
Kondisi:Bekas(Cukup)
Halaman:251
Berat Buku:240.00 (gram)
Dimensi(LxP):20,5X14,5

Senin, 28 Mei 2012

Pa Gasing ras Pa Belo



Buku kecil ini memuat tulisan 80 buah 'cakap jambur' dari majalah Maranatha yang dikumpulkan menjadi satu buku. Tulisan diperuntukkan menambah iman para pembaca dari segi iman kristiani. Pa Gasing dan Pa Belo merupakan rubrik teratur yang dimuat di Majalah Maranatha hingga tahun 2000-an yang ditulis oleh Pdt. DR. G.Y.S Meliala


Penerbit: Abdi Karya, Kabanjahe
Penulis: Pdt DR G.Y.S Meliala
Tahun : 2001
Halaman : 109

Rabu, 14 Desember 2011

Mengenal Suku Karo

Roberto Bangun (Alm) salah seorang tokoh masyarakat Karo pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Golkar. Selain aktif menulis buku dan  di berbagai media beliau juga mengelola sekolah SMP, SMU Bangun yang berada di bilangan Jakarta Utara. Buku Mengenal Suku Karo merupakaan kumpulan beberapa tulisan dan tartikel yang dirangkum menjadi buku mengenai suku Karo, dimana satu benang merah dari buku ini menyatakan bahwa suku Karo bukan Batak.

Tebal     : 255 halaman





Sumpah Karolina

Jika jantung ini sesaat tanpa detak
Bukan karena ragaku sekarat
Sorot tajam mata elangmu
Betapa mengalahkan hujaman sipiso-piso
Pada kerasnya karang hatiku
Jika hujan panas dan topan
Mampu melapukkan kokohnya si waluh jabu
Namun anyaman cinta yang tersulam perlahan
Tak akan rentan oleh kejamnya jaman
Seperti sumpah yang terucap
Agar diri jauh dari la eradat
Dan diantara dogma yang tergenggam erat
Rengkuhanmu adalah hidupku sepanjang hayat


(Dewi Maharani)

SUMPAH KAROLINA
Penerbit: Gallery Ilmu

Klasifikasi: Novel
Berdasar skenario “ Oh. Impal…” karya Agung Waskito & El Manik, dinovelkan oleh Dewi Maharani.

“Satu hal yang harus kam ingat, aku ini orang Karo, dan aku beru Ginting!! Aku tak akan pernah melanggar sumpahku pada Ibu kandungku sendiri !!”
Meskipun sangat tidak setuju dan ingin sekali mengutarakan kebenaran, Karolina terpaksa harus bungkam. Kebenaran akhirnya memang terungkap. Nande , Ibunya, yang dianggap la eradat (tidak tahu adat), ternyata adalah seorang wanita mulia. Bagi masyarakat Karo, la eradat adalah sebutan untuk orang yang hina dan rendah.
 “Sumpah anak pada ibunya itu sakral. Ibaratnya, anak itu pemimpin, dan rakyat adalah ibu pertiwi; sumpah pemimpin pada rakyatnya harus dijunjung tinggi. Seandainya semua pejabat dan pemimpin di negeri ini menjunjung tinggi sumpah jabatannya, seperti sumpah Karolina pada ibunya, niscaya negeri ini akan makmur sentosa!”.

Selasa, 28 September 2010

Biografi Derom Bangun

Buku tentang biografi Derom Bangun baru saja dirilis toko Buku Gramedia berjudul Derom Bangun, Memoar "Duta Besar" Sawit Indonesia. Beberapa hari lalu muncul di advertorial harian Kompas. Derom Bangun seorang yang sudah malang melintang di dunia persawitan. Ketika CPO eksport dari Indonesia ditolak oleh Eropa, ia turun tangan dan akhirnya 'aman'. Mantan Ketua Gabungan Pengusaha  Kelapa Sawit Indonesia terakhir ditunjuk menjadi External Advisory Group oleh Bank Dunia. Setelah meraih gelar Ir dari ITB karirnya di mulai pada PT Socfindo, perkebunan sawit di Medan. Pria kelahiran desa Payung, Karo 16 Juni 1940 ini dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Pernah menjabat wakil ketua  Kadin Sumut, Ketua PII Sumut 1996, dll. Seerta telah menyelesaikan pendidikan Manajemen pada MIT Cambridge USA. Ketika karirnya di Socfindo sebagai penasehat  Direksi, ia memilih pensiun dan medirikan perusahaan sendiri dengan nama PT Kinar Lapiga yang mengelola perkebunan sawit di Kec Salapian Kab Langkat serta pabrik pengolahannya sekaligus. Disamping itu beliau juga tercatat sebagai pimpinan PT Konsultan Tri Upaya.

Menikah dengan Dra Jendamita Br Sembiring dan dikarunia tiga orang anak. Tinggal di Jl Majapahit 28/136 Medan dan berkantor di Jl Merbabu No 34 B Medan. Pria yang aktif juga di kegiatan kerohanian ini biasa bergereja di jemaat GBKP Polonia ini memberikan pesan kepada orang muda: "Baurkan diri Anda dengan pemuda-pemudi dari suku lain agar merasa diri Anda sebagai Pemuda Indonesia dan akan diterima orang lain  sebagai pemuda Indonesia. Serta, tunjukkan kesediaan  berkorban lebih dahulu sebelum menarik hasil".

Rifle Reports: A Story of Indonesia Independence

Judul: Rifle Reports A Story of Indonesian Independence Penulis: Mary Margaret Steedly Hardcover, 414 halaman ISBN: 9780520274860 Te...