Rabu, 14 Desember 2011

Mengenal Suku Karo

Roberto Bangun (Alm) salah seorang tokoh masyarakat Karo pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Golkar. Selain aktif menulis buku dan  di berbagai media beliau juga mengelola sekolah SMP, SMU Bangun yang berada di bilangan Jakarta Utara. Buku Mengenal Suku Karo merupakaan kumpulan beberapa tulisan dan tartikel yang dirangkum menjadi buku mengenai suku Karo, dimana satu benang merah dari buku ini menyatakan bahwa suku Karo bukan Batak.

Tebal     : 255 halaman





Sumpah Karolina

Jika jantung ini sesaat tanpa detak
Bukan karena ragaku sekarat
Sorot tajam mata elangmu
Betapa mengalahkan hujaman sipiso-piso
Pada kerasnya karang hatiku
Jika hujan panas dan topan
Mampu melapukkan kokohnya si waluh jabu
Namun anyaman cinta yang tersulam perlahan
Tak akan rentan oleh kejamnya jaman
Seperti sumpah yang terucap
Agar diri jauh dari la eradat
Dan diantara dogma yang tergenggam erat
Rengkuhanmu adalah hidupku sepanjang hayat


(Dewi Maharani)

SUMPAH KAROLINA
Penerbit: Gallery Ilmu

Klasifikasi: Novel
Berdasar skenario “ Oh. Impal…” karya Agung Waskito & El Manik, dinovelkan oleh Dewi Maharani.

“Satu hal yang harus kam ingat, aku ini orang Karo, dan aku beru Ginting!! Aku tak akan pernah melanggar sumpahku pada Ibu kandungku sendiri !!”
Meskipun sangat tidak setuju dan ingin sekali mengutarakan kebenaran, Karolina terpaksa harus bungkam. Kebenaran akhirnya memang terungkap. Nande , Ibunya, yang dianggap la eradat (tidak tahu adat), ternyata adalah seorang wanita mulia. Bagi masyarakat Karo, la eradat adalah sebutan untuk orang yang hina dan rendah.
 “Sumpah anak pada ibunya itu sakral. Ibaratnya, anak itu pemimpin, dan rakyat adalah ibu pertiwi; sumpah pemimpin pada rakyatnya harus dijunjung tinggi. Seandainya semua pejabat dan pemimpin di negeri ini menjunjung tinggi sumpah jabatannya, seperti sumpah Karolina pada ibunya, niscaya negeri ini akan makmur sentosa!”.

Selasa, 28 September 2010

Biografi Derom Bangun

Buku tentang biografi Derom Bangun baru saja dirilis toko Buku Gramedia berjudul Derom Bangun, Memoar "Duta Besar" Sawit Indonesia. Beberapa hari lalu muncul di advertorial harian Kompas. Derom Bangun seorang yang sudah malang melintang di dunia persawitan. Ketika CPO eksport dari Indonesia ditolak oleh Eropa, ia turun tangan dan akhirnya 'aman'. Mantan Ketua Gabungan Pengusaha  Kelapa Sawit Indonesia terakhir ditunjuk menjadi External Advisory Group oleh Bank Dunia. Setelah meraih gelar Ir dari ITB karirnya di mulai pada PT Socfindo, perkebunan sawit di Medan. Pria kelahiran desa Payung, Karo 16 Juni 1940 ini dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Pernah menjabat wakil ketua  Kadin Sumut, Ketua PII Sumut 1996, dll. Seerta telah menyelesaikan pendidikan Manajemen pada MIT Cambridge USA. Ketika karirnya di Socfindo sebagai penasehat  Direksi, ia memilih pensiun dan medirikan perusahaan sendiri dengan nama PT Kinar Lapiga yang mengelola perkebunan sawit di Kec Salapian Kab Langkat serta pabrik pengolahannya sekaligus. Disamping itu beliau juga tercatat sebagai pimpinan PT Konsultan Tri Upaya.

Menikah dengan Dra Jendamita Br Sembiring dan dikarunia tiga orang anak. Tinggal di Jl Majapahit 28/136 Medan dan berkantor di Jl Merbabu No 34 B Medan. Pria yang aktif juga di kegiatan kerohanian ini biasa bergereja di jemaat GBKP Polonia ini memberikan pesan kepada orang muda: "Baurkan diri Anda dengan pemuda-pemudi dari suku lain agar merasa diri Anda sebagai Pemuda Indonesia dan akan diterima orang lain  sebagai pemuda Indonesia. Serta, tunjukkan kesediaan  berkorban lebih dahulu sebelum menarik hasil".

Senin, 30 Agustus 2010

The Early Years Of A Dutch Colonial Mission - The Karo Field

Rita Smith Kipp antropolog yang banyak mencurahkan perhatiannya di Karo. The Eraly Years Of A Dutch Colonial Mission adalah buku yang menguraikan penelitiannya di Karo pada masa-masa awal kolonial masuk di Suamtera Timur. Dataran tinggi Karo merupakan daerah perluasan yang diracanakan untuk kebun tembakau, setidaknya untuk membendung pengaruh Aceh di wilayah koloni perusaan perkebunan. Buku ini mendeskripsikan rentetan peristiwa perkebebunan tembakau yang dijuluki 'The Land of Dollars', juga menelusuri jejak-jejak missionaris seperti: Hendrik Kruyt, J.H Neumann, Jan Wijngaarden, Dina W. Guittard, Mein Joustra dst, yang memiliki peran besar merekrut Kristen Karo mula-mula.

Judul : The Early Years Of The Dutch Colonial Mission - The Karo Field
Penulis: Rita Smith Kipp
Penerbit : The University of Michigan, 1990
Halaman: 247
ISBN: 0-472-10176-5

Sabtu, 17 Juli 2010

Hanging Without a Rope

Buku antropologi tentang  Karo ditulis Mary Margareth Steedly seorang Guru Besar dari Princenton University, US. Buku ini mendeskripsikan masyarakat di dataran tinggi Karo mulai sejak pra kolonial, masa penjajahan dan setelah kemerdekaan. Berbagai aspek kehidupan disorot, seperti organisasi sosial, kepercayaan, sistem pasar/perdagangan yang masih barter. Penduduk membawa hasil bumi dari dataran tinggi ke dataran rendah (Medan) menempuh jalan setapak selama 6 hari dan menukarnya dengan garam, senapan, linen, dll. Mereka dikenal dengan sebutan Perlanja Sira. Para missionaris mulai memperkenalkan sistem pendidikan kepada penduduk di sana dengan mengajarkan baca tulis dan berhitung.


Judul : Hanging Without a Rope (Nggantung La Ertinali)
- Narrative Expeience in Colonial and Postcolonial Karoland -
Penulis: Mary Margaret Steedly
Penerbit: Princenton University Press, New Jersey
Tahun: 1993

Dissociated Identities

Rita Smith Kipp banyak meneliti dan menulis tentang Karo. Profesor dari University of Machigan, US ini, selain menulis buku Dissociated Identities juga menulis buku The Early Years of a Dutch Collonial Mission - The Karo Field. Bersama suaminya Richard Kipp yang juga seorang antropolog, menulis tentang perkembangan masyarakat Karo mula-mula. Dalam penelitiannya tentang Karo banyak dibantu oleh Amin Ridwan, Payung Bangun, Pdt. A Ginting Suka, dll. Dalam buku The Early Years of a Dutch Colonial, ia banyak menulis tentang sejarah penginjilan kepada masyarakat Karo dari Netherlands Zendeling Genootschap. Pada satu bagian ia menulis, bahwa penginjilan kepada Karo guna memperlunak perlawanan orang Karo kepada kolonial, di perusahaan tembakau. Buah penginjilaan itu adalah GBKP yang dahulu dikenal dengan Gereja Kristen Karo.

Judul : Dissociated Identities - Ethnicity, Religion, and Class in an Indonesian Society
Penulis: Rita Smith Kipp
Penerbit: University of Machigan Press, 1996

Rabu, 14 Juli 2010

Pertemuan Adat dan Injil

Buku Perjumpaan Adat Karo dan Injil karya Ev. Adil Sinulingga, SH, MA merupakan kritik tajam terhadap hal-hal berbau adat dalam kehidupan bergereja. Uis gara, uis dagangen dan berbagai hal tentang menyangkut budaya ditolak secara tegas dengan mengutip ayat-ayat dari firman Tuhan. Secara tidak langsung merupakan kritikan kepada warga jemaat GBKP, meskipun si penulis mengaku dahulunya adalah warga jemaat GBKP.

Judul: Perjumpaan Adat Karo dan Injil
Penulis: Ev. Adil Sinulingga, SH, MA

Rifle Reports: A Story of Indonesia Independence

Judul: Rifle Reports A Story of Indonesian Independence Penulis: Mary Margaret Steedly Hardcover, 414 halaman ISBN: 9780520274860 Te...